Wednesday, July 7, 2010

Optimis Itu Perlu




Setiap manusia menginginkan kebaikan
Dalam menjalankan kehidupan di dunia
Meski terkadang semua yang diinginkan
Ternyata hanyalah impian

Setiap manusia mendambakan bahagia
Bila esok hari kan menyapa dirinya
Walau kenyataannya tiadalah tergenggam
Yakinilah nanti kan datang

Apabila terjadi sesuatu terhadap manusia
Jangan berpikir untuk berputus asa
Kembalikan semua pada Yang Esa saja

Berbenah diri hadapi yang terjadi
Raihlah dengan penuh percaya diri
Tingkatkan iman dan taqwa kepada Ilahi


==============================

Waktu yang terus merambat habis membagi mimpi
Temani muda mencari cerita
Saat manusia berlari tuk gapai bahagia
Senantiasalah ingat Sang kuasa

Karena Dialah yang telah menjanjikan
Sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan

Jadi yang terbaik wujud cita dan asa
Meski jalan kehidupan tak semudah berkata
Mulailah meretas kisah hidup yang indah
Berangkat bangkit dari kegagalan

Karena Dialah yang telah menjanjikan
Kesungguhan berarti sebuah keberhasilan
--Optimis Sajalah by Tashiru--
============================
Optimis Sajalah

Alkisah tersebutlah dua orang sahabat yang sama-sama memiliki nasib serupa. Kedua orang itu bernama Rudi dan Arya. Mereka selalu dipertemukan dalam kondisi apapun, dari mulai sama-sama menimba ilmu pada satu sekolah hingga tempat mereka bekerja pun selalu sama. Suatu ketika, perusahaan tempat mereka bekerja terkena pailit dan bangkrut, maka mereka berdua pun terpaksa diberhentikan.
Akibat dari kondisi tersebut, Rudi merasa tidak terima akan keputusan perusahaan yang telah mem-PHK-kan dirinya lalu sekarang ia menjadi khawatir akankah ia dapat menemukan pekerjaan lagi. Akan tetapi Arya dapat menerima kenyataan pahit tersebut dengan lapang dada sambil berpikir bagaimana mencari pekerjaan baru untuk mereka.

Beberapa hari kemudian Arya mengajak Rudi untuk mencari pekerjaan bersama-sama. Mereka pun menemukan satu perusahaan yang mirip kondisinya dengan perusahaan mereka dulu. Setelah mereka mengajukan lamaran, dan melalui tes seleksi, akhirnya mereka pun dipanggil untuk proses wawancara.

Rudi mendapatkan giliran pertama diwawancarai oleh perusahaan tersebut. Selama proses wawancara berlangsung, ia duduk gelisah saat berhadapan dengan seorang pria paruh baya yang tampak cukup matang dan berpengalaman. Pada sesi akhir wawancara, pria yang juga salah satu pendiri perusahaan tersebut mengajukan pertanyaan terakhir, “Apakah ada yang ingin Anda tanyakan?”.


“Ya,” sahut Rudi. “Dapatkah Bapak menceritakan bagaimana kondisi orang-orang yang bekerja disini?”

Pria tersebut bersandar pada meja dan membalas, “Sebelum saya menjawab pertanyaan Anda, tolong jelaskan lebih dahulu tentang perusahaan tempat Anda dahulu bekerja. Seperti apa orang-orang disana?”

“Tidak begitu menyenangkan, saya rasa sih begitu,” jawab Rudi sambil mengingat-ingat. “Mereka orang-orang yang sulit, suka bertengkar dan keras kepala.”

“Kalau begitu, dengan berat hati saya harus mengatakan bahwa Anda akan menemukan orang-orang yang sama di sini.” Jawab pria tersebut sambil tersenyum.

Berikutnya, giliran Arya mendapatkan giliran wawancara. Setelah proses wawancara hampir selesai, ia juga ditanya apakah ada hal yang ingin dia tanyakan.

“Oh ada,” jawab Arya sembari tersenyum sumringah. “Dapatkah Anda menggambarkan seperti apa orang-orang di perusahaan ini?”

Sekali lagi, pria itu menjawab, “Sebelum saya menjawab pertanyaan Anda, tolong jelaskan lebih dahulu tentang perusahaan tempat Anda dahulu bekerja. Seperti apa orang-orang disana?”

“Oh, mereka sangat menyenangkan,” sahut Arya antusias, “Mereka orang-orang yang hangat dan menerima dengan senang hati, sopan juga baik. Saya sangat sedih harus berpisah dengan mereka.”

Pria bijak itu pun menjawab dengan tersenyum, “Kalau begitu, dengan senang hati saya mengatakan bahwa Anda akan menemukan orang-orang yang sama seperti mereka di perusahaan kami ini.”

*****

Sahabat, dalam menghadapi hidup ini banyak hal yang tidak terduga datang pada kita. Suatu kali kita bisa mengalami kegagalan, lalu mengalami keputusasaan, kemudian mendapatkan kegembiraan, kebahagiaan, cinta, kasih sayang, atau rasa kehilangan, dan lain sebagainya. Tak jarang juga, hal tersebut mempengaruhi mood atau suasana hati kita menjadi naik turun tak menentu.

Saat kita berada dalam kondisi paling tidak menyenangkan tersebut, hal yang perlu kita lakukan ialah bagaimana kita mengendalikan diri agar tidak terjebak pada perasaan kekecewaan yang berlarut-larut. Karena, apabila kita terus bergelut dengan perasaan itu, banyak kerugian yang kita dapatkan alih-alih mendapatkan kesempatan atau peluang baik di luar sana.

Kembali pada kisah tentang Rudi dan Arya yang memiliki kisah hidup nyaris sama. Namun sahabat, tahukah apa yang membedakan mereka berdua? Apabila ada yang menjawab, perbedaan mereka berdua terletak pada sikap, maka jawaban sahabat tepat sekali. Rudi memandang hidup dengan sikap pesimistik sedangkan Arya sebaliknya, menghadapi kehidupan dengan sikap optimistik serta antusiasme.

Hal ini pula menggambarkan bahwa sikap yang kita ambil akan menghasilkan respon sesuai dengan sikap tersebut. Ada analogi menarik menjelaskan mengenai bahwa pikiran kita itu bagaikan boomerang, apa yang kita lemparkan akan kembali pada kita. Jika kita bersikap optimis dan positif dalam memandang setiap kejadian apapun dalam hidup ini, maka insya Alloh kita akan mendapatkan hal-hal yang baik pula, se-optimis dan sebaik sikap kita tadi. Begitu pula sebaliknya.

Sahabat, bukankah Alloh juga telah menyebutkan dalam sebuah riwayat, bahwa Alloh itu sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Selain itu, tidak mungkin Alloh berbuat dzalim terhadap hamba-Nya bukan?! Yang harus kita lakukan adalah tetap bersikap positif dan optimis dalam menjalani setiap segmen dalam kehidupan ini. Sahabat, mari kita mulai membangun sikap dan prasangka optimistik dalam menjalani indahnya hari-hari kita. Apabila kita sudah terbiasa bersikap optimis pada apa yang kita lakukan, yakinlah sahabat, kita akan mendapatkan hasil yang luar biasa baik. Insya Alloh.

*****

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.” (Q.S. Al-Insyirah: 5-6)

“Dan janganlah kamu berputus asa daripada rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa daripada rahmat Allah melainkan orang-orang yang kufur.” (Q.S. Yusuf: 87)

“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Q.S. Al-Baqarah: 286)

“Wahai orang-orang yang beriman mintalah pertolongan melalui Sabar dan Shalat, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. Dan benar-benar akan Kami uji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, dan kekurangan buah-buahan, dan berilah kabar gembira bagi orang-orang yang sabar, (yaitu) yang apabila mereka tertimpa musibah mereka akan mengatakan “Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya kami kembali” (Q.S. Al-Baqarah: 155-156)

“Barang siapa bertaqwa kepada Allah maka Dia akan menjadikan jalan keluar baginya, dan memberinya rezki dari jalan yang tidak ia sangka, dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah maka cukuplah Allah baginya, Sesungguhnya Allah melaksanakan kehendak-Nya, Dia telah menjadikan untuk setiap sesuatu kadarnya” (Q.S. Ath-Thalaq: 2-3)


0 comment:

Post a Comment

Berkomentar berarti berpendapat
Berpendapat berarti berapresiasi
Berapresiasi berarti menghargai