Showing posts with label Kritikan. Show all posts
Showing posts with label Kritikan. Show all posts

Wednesday, November 24, 2010

[JustShare] Mahasiswa dan Sekitarnya

0 comment



Mahasiswa

[JustShare]
(Agathon Chandra, 2010) Hal yang ironis adalah saat sebuah organisasi
kemahasiswaan yang berbasis keprofesian membuat sebuah acara yang
tujuannya (mungkin) sebagai ajang pengenalan keprofesian tersebut ke
massa (bisa masyarakat juga), akan tetapi mereka menutup acara tersebut
dengan acara kesenian yang cukup banya menghabiskan dana bahkan acara
penutupan dananya lebih besar dibandingkan acara yang sesuai dengan
tujuannya. Inilah yang menjadi ironis saat mahasiswa hanya bisa membuat
acara sekelas pensi (pentas seni) seperti layaknya anak SMA/SMP saja. Hal
ini terjadi karena mahasiswa tidak ingin keluar dari zona nyamannya
atau tidak mau berkonflik dengan masalah yang ada di luar sana, padahal
bisa seharusnya seorang mahasiswa itu membantu lingkungan sekitarnya
dengan ilmu yang dimilikinya. Namun sayangnya saat ini kita kehilangan
arah.

Friday, July 23, 2010

Too Much You Know, You Don’t Know

0 comment




 Pikiran Rakyat, No 199 Tahun XLIV - Tahun Republik LXIV, edisi Sabtu, 17 Oktober 2009
Lebih baik menjadi pelukis yang luar biasa daripada menjadi dokter yang biasa-biasa saja. Pernyataan inilah yang sering diulang oleh ahli bedah bisnis, Rhenald Kasali (49). Akan tetapi bukan berarti dia ingin beralih profesi. Dia hanya mengkritisi banyaknya anak muda yang memilih jurusan atau sekolah, hanya karena sekolah atau jurusan itu favorit tanpa mempertimbangkan kebutuhannya. “Sistem yang ada pada pendidikan kita membuat siswa menjadi misalokasi”,  kata pengusaha yang juga pengajar di sejumlah perguruan tinggi ini.
Menurut dia, perguruan tinggi banyak mencetak lulusan di suatu bidang yang dianggap favorit, tetapi hanya melahirkan sedikit sekali lulusan di bidang tertentu yang sebenarnya sangat dibutuhkan. “Kalau saya, mending menjadi pelukis yang luar biasa daripada menjadi dokter yang biasa-biasa saja. Buat apa?”, kata pria kelahiran Jakarta, 13 Agustus 1960 ini.



Wednesday, July 14, 2010

Renungan Kita Tentang Pendidikan

0 comment



Sir Ernest Rutherford, Presiden dari Royal Academy, dan penerima Nobel
Fisika menceritakan kisah ini:


"Beberapa waktu lalu aku menerima panggilan dari kolegaku. Dia akan
memberikan nilai nol untuk ujian salah seorang siswanya, tapi siswa
tersebut berkeras dia harus mendapatkan nilai sempurna. Sang instruktur dan
siswa teresebut sepakat untuk penengah yang obyektif dan aku yang dipilih".

Soal ujiannya berbunyi: "Tunjukkan cara mengukur tinggi sebuah gedung
dengan bantuan barometer."
hayo...pada bisa ga?