Renungan buat saya dan kalian
Suatu ketika, dalam majelis koordinasi seorang akhwat berkata pada
mas’ul dakwahnya, “Akhi, ana ga bisa lagi berinteraksi dengan akhfulan”.
Suara akhwat itu bergetar. Nyata sekali menekan perasaannya. Pekan
lalu, ikhwan tersebut membuat pengakuan yang membuat ana merasa risih.
Afwan, terus terang juga tersinggung. Sesaat kemudian suara dibalik
hijab itu mengatakan, “Ia jatuh cinta pada ana”.
Mas’ul tersebut terkejut, tapi ditekannya getar suaranya. Ia berusaha
tetap tenang. “Sabar Ukhti, jangan terlalu diambil hati. Mungkin
maksudnya tidak seperti yang Anti bayangkan”, Sang mas’ul mencoba
menenangkan terutama untuk dirinya sendiri.
“Afwan, ana tidak menangkap maksud lain dari perkataannya. Ikhwan itu
mungkin tidak pernah berpikir dampak perkataannya. Kata-kata itu membuat
ana sedikit banyak merasa gagal menjaga hijab ana, gagal menjaga
komitmen dan menjadi penyebab fitnah. Padahal, ana hanya berusaha
menjadi bagian dari perputaran dakwah ini”, sang akhwat kini mulai
tersedak terbata.
Showing posts with label Akhwat. Show all posts
Showing posts with label Akhwat. Show all posts
Wednesday, July 14, 2010
Ketika Ikhwan dan Akhwat Jatuh Cinta
Diposkan oleh
azzahra
di
6:27 PM
Label:
Akhwat,
Cinta,
Ikhwan,
Islam,
Kehidupan,
Kisah dan Cerita
0
comment
Kegombalan di Kalangan Aktivis Dakwah
Oleh: Aisyah R Amelia
Share By: http://www.uhibbukumfillah .co.cc/
Hal yang sangat menarik salah satunya adalah menyimak romantika di dunia aktivis dakwah. Di antara sebegitu banyak yang memiliki komitmen perjuangan, ada juga beberapa yang suatu saat kadang tergelincir pada jebakan interaksi ikhwan-akhwat. Karena memiliki amanah yang sama, sesama pengurus harian lembaga, atau berada dalam satu bidang, bisa juga dalam satu kepanitiaan, membuat interaksi kerja menjadi lebih intens.
Intensitas hubungan kerja itu suatu saat dapat menumbuhkan benih-benih simpati atau bahkan cinta di antara ikhwan dan akhwat. Hal ini bisa jadi fenomena yang wajar, karena cinta kepada lawan jenis itu fitrah manusia, katanya. Tapi meski fitrah, tetap aja ada resikonya, terutama pada keikhlasan beramal, sehingga bila ada bibit riya’ dan ujub bisa menghanguskan pahala yang seharusnya didapat. Namun jika ternyata tidak dapat mencegah adanya perasaan seperti itu, ya harus berusaha menjaga keikhlasan, dan tetap simpati (simpan dalam hati). Apabila perasaan itu telah mewujud pada realisasi amal, baik lisan maupun perbuatan, maka tak ayal akan terjadi juga gombalisasi di sini.
Share By: http://www.uhibbukumfillah
Hal yang sangat menarik salah satunya adalah menyimak romantika di dunia aktivis dakwah. Di antara sebegitu banyak yang memiliki komitmen perjuangan, ada juga beberapa yang suatu saat kadang tergelincir pada jebakan interaksi ikhwan-akhwat. Karena memiliki amanah yang sama, sesama pengurus harian lembaga, atau berada dalam satu bidang, bisa juga dalam satu kepanitiaan, membuat interaksi kerja menjadi lebih intens.
Intensitas hubungan kerja itu suatu saat dapat menumbuhkan benih-benih simpati atau bahkan cinta di antara ikhwan dan akhwat. Hal ini bisa jadi fenomena yang wajar, karena cinta kepada lawan jenis itu fitrah manusia, katanya. Tapi meski fitrah, tetap aja ada resikonya, terutama pada keikhlasan beramal, sehingga bila ada bibit riya’ dan ujub bisa menghanguskan pahala yang seharusnya didapat. Namun jika ternyata tidak dapat mencegah adanya perasaan seperti itu, ya harus berusaha menjaga keikhlasan, dan tetap simpati (simpan dalam hati). Apabila perasaan itu telah mewujud pada realisasi amal, baik lisan maupun perbuatan, maka tak ayal akan terjadi juga gombalisasi di sini.
Wednesday, July 7, 2010
Memang Dia Bidarari, Sungguh!
Hari ini ia sengaja datang ke kampus lebih pagi. Selain karena tak ingin terlambat di kuliah pertama, ia ada janji bertemu dengan Ustdz. Faridz di musholla kampus. Dia tegakkan dua rakaat shalat Tahiyatul Masjid, disusul dengan 4 rakaat shalat Dluha. Lalu dia tengadahkan tangan melantunkan doa.
Dia menyambung ibadah paginya dengan tilawah tartil sambil menunggu Ustdz. datang. Seorang kawan menghampirinya. Dia tutup tilawahnya setelah menyelesaikan satu pojok.
“Assalamualaikum Akh Ilham…” sapa sang kawan ramah.
“Waalikumussalam warahmatullah… apa kabar akhi?” jawabnya sambil tak lupa bertanya kabar.
“Alhamdulillah ana bikhoiir… antum sendiri gimana? Kabarnya udah siap nikah nih…” mata sang kawan mengerling menggodanya. Dia cuma tersenyum, tak berniat menanggapi gurauannya.
“Akh, di sini ada bidadari.”
Bidadari? Darahnya berdesir. Ah, bidadari, kesannya indah.
“Sini, ana tunjukkan orangnya. Ini akhwat luar biasa, anak kedokteran, prestasinya brilian, aktivis kampus, ketua pembinaan dan kaderisasi akhwat, akhlaknya mengagumkan, ibadahnya tak diragukan. Dia pembina adik ane. Cocok banget sama antum!” kawannya menjelaskan panjang lebar, membuatnya penasaran.
Dia menyambung ibadah paginya dengan tilawah tartil sambil menunggu Ustdz. datang. Seorang kawan menghampirinya. Dia tutup tilawahnya setelah menyelesaikan satu pojok.
“Assalamualaikum Akh Ilham…” sapa sang kawan ramah.
“Waalikumussalam warahmatullah… apa kabar akhi?” jawabnya sambil tak lupa bertanya kabar.
“Alhamdulillah ana bikhoiir… antum sendiri gimana? Kabarnya udah siap nikah nih…” mata sang kawan mengerling menggodanya. Dia cuma tersenyum, tak berniat menanggapi gurauannya.
“Akh, di sini ada bidadari.”
Bidadari? Darahnya berdesir. Ah, bidadari, kesannya indah.
“Sini, ana tunjukkan orangnya. Ini akhwat luar biasa, anak kedokteran, prestasinya brilian, aktivis kampus, ketua pembinaan dan kaderisasi akhwat, akhlaknya mengagumkan, ibadahnya tak diragukan. Dia pembina adik ane. Cocok banget sama antum!” kawannya menjelaskan panjang lebar, membuatnya penasaran.
Hei Akhwat! Ada salam tuh dari ikhwan genit!
Isi entri ini pertama kali saya baca dari note salah seorang kakak tingkat saya. Dan, ternyata telah dipost pada sebuah blog (www.mujahidcool.multiply. com). Semoga bisa dijadikan bahan renungan.
========================== ==========
Hai cewek, ups! Oh
Assalamu’alaikum ukh, salam ukhuwah! Haha saya hanya niru apa yang
biasa ikhwan yang ucapkan kepada ukhti, hmm untuk nyebutnya kadang saya
ga bener maklumlah bahasa Arab saya kan ga pernah belajar, baca Iqro
aja plentat-plentot, tapi yang penting keliatan kalo saya ikhwan deh.
Kenapa
kalian bisa begitu mempesona dibalik pakaian besar kalian? Saya ga
pernah bisa ngerti itu, padahal enakan kalo saya liat cewek baju ketat
with short pant uhuuuyyy … apalagi bodi dan mukanya lumayan, yah paling
enggak bisa dibanggain kalo diajak jalan. Tapi melihat kalian dengan
pakaian besar kalian membuat saya tertarik
==========================
Hai cewek, ups! Oh
Assalamu’alaikum ukh, salam ukhuwah! Haha saya hanya niru apa yang
biasa ikhwan yang ucapkan kepada ukhti, hmm untuk nyebutnya kadang saya
ga bener maklumlah bahasa Arab saya kan ga pernah belajar, baca Iqro
aja plentat-plentot, tapi yang penting keliatan kalo saya ikhwan deh.
Kenapa
kalian bisa begitu mempesona dibalik pakaian besar kalian? Saya ga
pernah bisa ngerti itu, padahal enakan kalo saya liat cewek baju ketat
with short pant uhuuuyyy … apalagi bodi dan mukanya lumayan, yah paling
enggak bisa dibanggain kalo diajak jalan. Tapi melihat kalian dengan
pakaian besar kalian membuat saya tertarik
TA'ARUF MENUJU WALIMATUL 'URSY
Barangsiapa mengawini seorang wanita karena memandang kedudukannya maka Allah akan menambah baginya kerendahan, dan barangsiapa mengawini wanita karena memandang harta-bendanya maka Allah akan menambah baginya kemelaratan, dan barangsiapa mengawininya karena memandang keturunannya maka Allah akan menambah baginya kehinaan, tetapi barangsiapa mengawini seorang wanita karena bermaksud ingin meredam gejolak mata dan menjaga kesucian seksualnya atau ingin mendekatkan ikatan kekeluargaan maka Allah akan memberkahinya bagi isterinya dan memberkahi isterinya baginya. (HR. Bukhari)
Apabila datang kepadamu seorang laki-laki datang untuk meminang yang engkau redha terhadap agama dan akhlaqnya maka nikahkanlah dia. Bila tidak engkau lakukan maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan akan timbul kerusakan yang merata di muka bumi." (HR Tarmidzi dan Ahmad)
Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu dari Nabi saw, beliau bersabda : “Perempuan itu dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, lalu pilihlah perempuan yang beragama niscaya kamu bahagia.” (Muttafaqun ‘Alaihi)
***
Sebenarnya aku..... (hahahah, gaya milly --teman saya-- banget). Ah, sudah. SERIUS SERIUS
Apabila datang kepadamu seorang laki-laki datang untuk meminang yang engkau redha terhadap agama dan akhlaqnya maka nikahkanlah dia. Bila tidak engkau lakukan maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan akan timbul kerusakan yang merata di muka bumi." (HR Tarmidzi dan Ahmad)
Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu dari Nabi saw, beliau bersabda : “Perempuan itu dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, lalu pilihlah perempuan yang beragama niscaya kamu bahagia.” (Muttafaqun ‘Alaihi)
***
Sebenarnya aku..... (hahahah, gaya milly --teman saya-- banget). Ah, sudah. SERIUS SERIUS
Sebenarnya, saya sedikit canggung untuk membahas hal ini. Malu. :")
Namun, sepertinya ini oke juga dibahas. hehehe
Soalnya, mengenai hal-hal ini selalu jadi pembicaraan yang hangat diantara kita. hahaha
Ya sudah, kita mulai dengan apa itu ta'aruf?
Namun, sepertinya ini oke juga dibahas. hehehe
Soalnya, mengenai hal-hal ini selalu jadi pembicaraan yang hangat diantara kita. hahaha
Ya sudah, kita mulai dengan apa itu ta'aruf?
FACEBOOK OH FACEBOOK, catatan kecil fenomena per-FACEBOOK-an
Diposkan oleh
azzahra
di
11:02 PM
Label:
Akhwat,
Edukasi,
Facebook,
Inspirasi dan Motivasi,
Internet,
Islam,
Story
0
comment
Isi dari entri ini saya salin dari note teman. Teman saya itu tidak sengaja menemukan note ini yang terpasang di homepage-nya. Note yang teman saya temukan dimiliki seorang akhwat. Akhwat itu juga meng-share dari note seorang ikhwan. Ikhwan itu dari ikhwan lain yang menyalin isi note ini dari penulis yang asli. Ya, intinya sih kayak begitu teman-teman, saya juga tidak sengaja menemukan note ini di wallpage teman. Ahaha, daripada pusing-pusing dan heboh memikirkan asal-usul ini, langsung saja baca dengan “SerSan”, Serius tapi Santai, oke. ^^
Jangan lupa bismillah, yaa.
Jangan lupa bismillah, yaa.
Subscribe to:
Posts (Atom)


