Showing posts with label Edukasi. Show all posts
Showing posts with label Edukasi. Show all posts

Friday, July 23, 2010

Too Much You Know, You Don’t Know

0 comment




 Pikiran Rakyat, No 199 Tahun XLIV - Tahun Republik LXIV, edisi Sabtu, 17 Oktober 2009
Lebih baik menjadi pelukis yang luar biasa daripada menjadi dokter yang biasa-biasa saja. Pernyataan inilah yang sering diulang oleh ahli bedah bisnis, Rhenald Kasali (49). Akan tetapi bukan berarti dia ingin beralih profesi. Dia hanya mengkritisi banyaknya anak muda yang memilih jurusan atau sekolah, hanya karena sekolah atau jurusan itu favorit tanpa mempertimbangkan kebutuhannya. “Sistem yang ada pada pendidikan kita membuat siswa menjadi misalokasi”,  kata pengusaha yang juga pengajar di sejumlah perguruan tinggi ini.
Menurut dia, perguruan tinggi banyak mencetak lulusan di suatu bidang yang dianggap favorit, tetapi hanya melahirkan sedikit sekali lulusan di bidang tertentu yang sebenarnya sangat dibutuhkan. “Kalau saya, mending menjadi pelukis yang luar biasa daripada menjadi dokter yang biasa-biasa saja. Buat apa?”, kata pria kelahiran Jakarta, 13 Agustus 1960 ini.



Wednesday, July 7, 2010

Optimis Itu Perlu

0 comment



Setiap manusia menginginkan kebaikan
Dalam menjalankan kehidupan di dunia
Meski terkadang semua yang diinginkan
Ternyata hanyalah impian

Setiap manusia mendambakan bahagia
Bila esok hari kan menyapa dirinya
Walau kenyataannya tiadalah tergenggam
Yakinilah nanti kan datang

Apabila terjadi sesuatu terhadap manusia
Jangan berpikir untuk berputus asa
Kembalikan semua pada Yang Esa saja

Berbenah diri hadapi yang terjadi
Raihlah dengan penuh percaya diri
Tingkatkan iman dan taqwa kepada Ilahi


==============================

Waktu yang terus merambat habis membagi mimpi
Temani muda mencari cerita
Saat manusia berlari tuk gapai bahagia
Senantiasalah ingat Sang kuasa

Karena Dialah yang telah menjanjikan
Sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan

Jadi yang terbaik wujud cita dan asa
Meski jalan kehidupan tak semudah berkata
Mulailah meretas kisah hidup yang indah
Berangkat bangkit dari kegagalan

Karena Dialah yang telah menjanjikan
Kesungguhan berarti sebuah keberhasilan
--Optimis Sajalah by Tashiru--
============================
Optimis Sajalah

Alkisah tersebutlah dua orang sahabat yang sama-sama memiliki nasib serupa. Kedua orang itu bernama Rudi dan Arya. Mereka selalu dipertemukan dalam kondisi apapun, dari mulai sama-sama menimba ilmu pada satu sekolah hingga tempat mereka bekerja pun selalu sama. Suatu ketika, perusahaan tempat mereka bekerja terkena pailit dan bangkrut, maka mereka berdua pun terpaksa diberhentikan.


Stop Dreaming, Start Action

0 comment



Ketika itu, tanggal 18 Januari 2010, kira-kira pukul 11 malam lebih, saya terbangun dari tidur. Saya mulai tidur kira-kira pukul 19.30-an. Tidak biasanya saya tidur lebih awal seperti itu. Kemudian saya terjaga (baca: tidak tidur hingga pagi ini). Dalam beberapa jam saya terjaga, alhamdulillah saya mendapat banyak tausyiah. Mau tahu kan apa? hehe. Jam 4 kurang, saya menyalakan televisi. Tekan sana-sini untuk cari program televisi yang bagus. Tekan di nomor 3 ada sinetron, tekan di nomor 1 ada acara musik yang dipandu oleh orang asing, dan akhirnya di nomor 7, dimulailah semua tausyiah. Di stasiun televisi wahid yang khas dengan nuansa merah dan si bang "wahid", ada sebuah program judulnya Titian Qolbu. Wah, subhanallah. Materinya bagus sekali. Di saat saya sedang bimbang, ragu, bingung, hampa, dan kalau kata orang sunda, teu pararuguh, alhamdulillahirrobbil'alamin, akhirnya saya mendapat satu solusi dan pencerahan. Hm, tapi maaf ya, yang ini akan saya ceritakan di note sebelah. Setelah acara itu berakhir, saya mulai ganti chanel TV, akhirnya, saya menyaksikan suatu acara yang dibawakan oleh Ust. Yusuf Mansyur, subhanallah, keren! tak beda jauh dengan bagusnya acara di TVwahid itu.


FACEBOOK OH FACEBOOK, catatan kecil fenomena per-FACEBOOK-an

0 comment



Isi dari entri ini saya salin dari note teman. Teman saya itu tidak sengaja menemukan note ini yang terpasang di homepage-nya. Note yang teman saya temukan dimiliki seorang akhwat. Akhwat itu juga meng-share dari note seorang ikhwan. Ikhwan itu dari ikhwan lain yang menyalin isi note ini dari penulis yang asli. Ya, intinya sih kayak begitu teman-teman, saya juga tidak sengaja menemukan note ini di wallpage teman. Ahaha, daripada pusing-pusing dan heboh memikirkan asal-usul ini, langsung saja baca dengan “SerSan”, Serius tapi Santai, oke. ^^
Jangan lupa bismillah, yaa.