You would experience something at this age (19) and would grow up after that. It is important that you make mistakes but that you have the courage to correct. Because insyaAllah you have life of 29, life of 39, life of 49, ... until the right time.
So, please keep your spirit!
UP UP UP!
Showing posts with label Kehidupan. Show all posts
Showing posts with label Kehidupan. Show all posts
Wednesday, September 29, 2010
Wednesday, July 28, 2010
Melihat Kebaikan di Segala Hal [Bagian Keempat]
Diposkan oleh
azzahra
di
3:20 PM
Label:
Inspirasi dan Motivasi,
Islam,
Kehidupan,
Semangat Hati
1 comment
***
Terimakasih telah membaca bagian ketiga :)
Bagi yang belum membaca bagian pertama hingga ketiga, baca ya!
***
Bagi Orang Mukmin, Ada Kebaikan dalam Segala Hal
Setiap orang mengalami saat-saat sulit dalam kehidupannya. Kesulitan ini membuat frustasi, stres, atau menjengkelkan kebanyakan orang yang hidupnya jauh dari moralitas yang ditentukan dalam Al-Qur`an. Karena itu, mereka dengan mudah merasa gelisah, tegang, dan marah. Karena mereka tidak memiliki keyakinan akan kesempurnaan yang melekat pada takdir yang ditetapkan oleh Allah, mereka tidak mencari keberkahan atau kebaikan yang ada di dalam peristiwa yang mereka alami. Bahkan, karena mereka tidak memiliki keyakinan, setiap detik yang mereka habiskan tampaknya menjadi berseberangan dengan apa yang mereka inginkan. Dengan demikian, mereka menjalani sisa hidupnya dengan beban masalah dan tekanan.
Terimakasih telah membaca bagian ketiga :)
Bagi yang belum membaca bagian pertama hingga ketiga, baca ya!
***
Bagi Orang Mukmin, Ada Kebaikan dalam Segala Hal
Setiap orang mengalami saat-saat sulit dalam kehidupannya. Kesulitan ini membuat frustasi, stres, atau menjengkelkan kebanyakan orang yang hidupnya jauh dari moralitas yang ditentukan dalam Al-Qur`an. Karena itu, mereka dengan mudah merasa gelisah, tegang, dan marah. Karena mereka tidak memiliki keyakinan akan kesempurnaan yang melekat pada takdir yang ditetapkan oleh Allah, mereka tidak mencari keberkahan atau kebaikan yang ada di dalam peristiwa yang mereka alami. Bahkan, karena mereka tidak memiliki keyakinan, setiap detik yang mereka habiskan tampaknya menjadi berseberangan dengan apa yang mereka inginkan. Dengan demikian, mereka menjalani sisa hidupnya dengan beban masalah dan tekanan.
Melihat Kebaikan di Segala Hal [Bagian Ketiga]
Diposkan oleh
azzahra
di
3:19 PM
Label:
Inspirasi dan Motivasi,
Islam,
Kehidupan,
Semangat Hati
0
comment
***
Terimakasih telah membaca bagian kedua :)
Bagi yang belum baca bagian pertama dan kedua, baca ya!
***
Bagaimana Melihat Kebaikan dalam Segala Hal yang Terjadi
Menyadari bahwa Allahlah yang Telah Menakdirkan Semua Hal dalam Setiap Detailnya
Kebanyakan orang merasa senang saat segala sesuatu terjadi sesuai dengan keinginannya. Akan tetapi, orang beriman tidak boleh cenderung kepada perasaan seperti itu. Di dalam Al-Qur`an, Allah memberikan kabar gembira bahwa Dia telah menentukan setiap peristiwa demi kebaikan hamba-Nya dan hal tersebut tidaklah menimbulkan rasa sedih ataupun masalah bagi mereka yang benar-benar beriman.
Seseorang yang menyadari kebenaran ini di dalam hatinya akan merasa senang terhadap apa yang dihadapinya dan ia melihat karunia yang tersimpan di balik apa yang terjadi.
Banyak orang bahkan tidak ingin repot-repot berpikir bagaimana dan mengapa mereka ada di dunia ini. Walaupun kata hati akan menuntun mereka untuk menyadari bahwa keajaiban dunia dan penataannya yang sempurna ini memiliki pencipta, cinta yang luar biasa banyaknya yang dirasakan di dunia ini, keengganan mereka untuk melihat kebenaran, membawa mereka pada pengingkaran terhadap realitas keberadaan Allah. Mereka mengabaikan fakta bahwa setiap kejadian dalam hidupnya ditentukan sesuai dengan rencana dan tujuan tertentu; mereka malah menghubungkannya dengan ide yang sungguh-sungguh salah, yakni hanya sebatas kebetulan atau keberuntungan. Bagaimanapun juga, ini hanyalah sebuah pandangan yang menghalangi seseorang untuk melihat kebaikan dalam peristiwa-peristiwa yang terjadi dan kemudian menarik pelajaran dari peristiwa tersebut.
Terimakasih telah membaca bagian kedua :)
Bagi yang belum baca bagian pertama dan kedua, baca ya!
***
Bagaimana Melihat Kebaikan dalam Segala Hal yang Terjadi
Menyadari bahwa Allahlah yang Telah Menakdirkan Semua Hal dalam Setiap Detailnya
Kebanyakan orang merasa senang saat segala sesuatu terjadi sesuai dengan keinginannya. Akan tetapi, orang beriman tidak boleh cenderung kepada perasaan seperti itu. Di dalam Al-Qur`an, Allah memberikan kabar gembira bahwa Dia telah menentukan setiap peristiwa demi kebaikan hamba-Nya dan hal tersebut tidaklah menimbulkan rasa sedih ataupun masalah bagi mereka yang benar-benar beriman.
Seseorang yang menyadari kebenaran ini di dalam hatinya akan merasa senang terhadap apa yang dihadapinya dan ia melihat karunia yang tersimpan di balik apa yang terjadi.
Banyak orang bahkan tidak ingin repot-repot berpikir bagaimana dan mengapa mereka ada di dunia ini. Walaupun kata hati akan menuntun mereka untuk menyadari bahwa keajaiban dunia dan penataannya yang sempurna ini memiliki pencipta, cinta yang luar biasa banyaknya yang dirasakan di dunia ini, keengganan mereka untuk melihat kebenaran, membawa mereka pada pengingkaran terhadap realitas keberadaan Allah. Mereka mengabaikan fakta bahwa setiap kejadian dalam hidupnya ditentukan sesuai dengan rencana dan tujuan tertentu; mereka malah menghubungkannya dengan ide yang sungguh-sungguh salah, yakni hanya sebatas kebetulan atau keberuntungan. Bagaimanapun juga, ini hanyalah sebuah pandangan yang menghalangi seseorang untuk melihat kebaikan dalam peristiwa-peristiwa yang terjadi dan kemudian menarik pelajaran dari peristiwa tersebut.
Melihat Kebaikan di Segala Hal [Bagian Kedua]
Diposkan oleh
azzahra
di
3:17 PM
Label:
Inspirasi dan Motivasi,
Islam,
Kehidupan,
Semangat Hati
0
comment
***
Terimakasih telah membaca bagian pertamanya :)
Bagi yang belum, seharusnya baca dari bagian pertama ya!
***
Melihat Kebaikan dalam Segala Peristiwa
Sebenarnya, melihat kebaikan dalam segala hal merupakan ungkapan yang biasa. Dalam kehidupan kita sehari-hari, orang sering mengatakan, “Pasti ada kebaikan (hikmah) di balik kejadian ini,” atau, “Ini merupakan berkah dari Allah.”
Biasanya, banyak orang mengucapkan ungkapan-ungkapan tersebut tanpa memahami arti sebenarnya atau semata-mata hanya mengikuti kebiasaan masyarakat yang tidak ada maknanya. Kebanyakan mereka gagal memahami arti yang sebenarnya dari ungkapan-ungkapan tersebut atau bagaimana pemahaman itu dipraktikkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Pada dasarnya, kebanyakan manusia tidak sadar bahwa ungkapan-ungkapan tersebut tidak sekadar untuk diucapkan, tetapi mengandung pengertian yang penting dalam kejadian sehari-hari.
Terimakasih telah membaca bagian pertamanya :)
Bagi yang belum, seharusnya baca dari bagian pertama ya!
***
Melihat Kebaikan dalam Segala Peristiwa
Sebenarnya, melihat kebaikan dalam segala hal merupakan ungkapan yang biasa. Dalam kehidupan kita sehari-hari, orang sering mengatakan, “Pasti ada kebaikan (hikmah) di balik kejadian ini,” atau, “Ini merupakan berkah dari Allah.”
Biasanya, banyak orang mengucapkan ungkapan-ungkapan tersebut tanpa memahami arti sebenarnya atau semata-mata hanya mengikuti kebiasaan masyarakat yang tidak ada maknanya. Kebanyakan mereka gagal memahami arti yang sebenarnya dari ungkapan-ungkapan tersebut atau bagaimana pemahaman itu dipraktikkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Pada dasarnya, kebanyakan manusia tidak sadar bahwa ungkapan-ungkapan tersebut tidak sekadar untuk diucapkan, tetapi mengandung pengertian yang penting dalam kejadian sehari-hari.
Melihat Kebaikan di Segala Hal [Bagian Pertama]
Diposkan oleh
azzahra
di
3:15 PM
Label:
Inspirasi dan Motivasi,
Islam,
Kehidupan,
Semangat Hati
0
comment
PENDAHULUAN
Jika Anda dapat berhenti sejenak kemudian memikirkan tentang kehidupan Anda, Anda akan menyadari bahwa semua ingatan Anda walaupun mungkin terdiri atas beberapa dekade, akan berarti sebagai perbincangan beberapa menit saja. Apa yang pernah Anda pikir penting, atau yang benar-benar Anda kejar, atau yang coba Anda hindari, kini semuanya adalah bagian dari masa lalu. Apa pun yang mengingatkan kita pada pikiran-pikiran dan perasaan ini, itu hanyalah kenangan.
Bagaimanapun juga, dalam pandangan Allah, setiap kata yang Anda ucapkan dan setiap pikiran yang terlintas dalam benak Anda telah diketahui-Nya. Setelah mati, di mana masing-masing manusia telah ditetapkan waktunya, rekaman setiap tindakan kita akan dibeberkan di hadapan kita. Yang akan terlihat dari kehidupan kita hanyalah terdiri atas detik demi detik, tanpa terlewat satu bagian kecil pun. Dalam pandangan Allah, tak ada rincian hidup kita yang terlupakan.
Jika Anda dapat berhenti sejenak kemudian memikirkan tentang kehidupan Anda, Anda akan menyadari bahwa semua ingatan Anda walaupun mungkin terdiri atas beberapa dekade, akan berarti sebagai perbincangan beberapa menit saja. Apa yang pernah Anda pikir penting, atau yang benar-benar Anda kejar, atau yang coba Anda hindari, kini semuanya adalah bagian dari masa lalu. Apa pun yang mengingatkan kita pada pikiran-pikiran dan perasaan ini, itu hanyalah kenangan.
Bagaimanapun juga, dalam pandangan Allah, setiap kata yang Anda ucapkan dan setiap pikiran yang terlintas dalam benak Anda telah diketahui-Nya. Setelah mati, di mana masing-masing manusia telah ditetapkan waktunya, rekaman setiap tindakan kita akan dibeberkan di hadapan kita. Yang akan terlihat dari kehidupan kita hanyalah terdiri atas detik demi detik, tanpa terlewat satu bagian kecil pun. Dalam pandangan Allah, tak ada rincian hidup kita yang terlupakan.
Friday, July 23, 2010
Too Much You Know, You Don’t Know
Diposkan oleh
azzahra
di
3:18 AM
Label:
Edukasi,
Fakta,
Inspirasi dan Motivasi,
Kehidupan,
Kritikan,
Pendidikan
0
comment
Pikiran Rakyat, No 199 Tahun XLIV - Tahun Republik LXIV, edisi Sabtu, 17 Oktober 2009
Lebih baik menjadi pelukis yang luar biasa daripada menjadi
dokter yang biasa-biasa saja. Pernyataan inilah yang sering diulang oleh ahli
bedah bisnis, Rhenald Kasali (49). Akan tetapi bukan berarti
dia ingin beralih profesi. Dia hanya mengkritisi banyaknya anak muda yang
memilih jurusan atau sekolah, hanya karena sekolah atau jurusan itu favorit
tanpa mempertimbangkan kebutuhannya. “Sistem yang ada pada pendidikan kita
membuat siswa menjadi misalokasi”, kata pengusaha
yang juga pengajar di sejumlah perguruan tinggi ini.
Menurut dia, perguruan tinggi banyak mencetak lulusan di
suatu bidang yang dianggap favorit, tetapi hanya melahirkan sedikit sekali
lulusan di bidang tertentu yang sebenarnya sangat dibutuhkan. “Kalau saya,
mending menjadi pelukis yang luar biasa daripada menjadi dokter yang
biasa-biasa saja. Buat apa?”, kata pria kelahiran Jakarta, 13 Agustus 1960 ini.
PASIEN CERDAS HARUS PROAKTIF
Diposkan oleh
azzahra
di
2:55 AM
Label:
Fakta,
Inspirasi dan Motivasi,
Kehidupan,
Kemanusiaan,
Kesehatan
0
comment
PASIEN CERDAS HARUS PROAKTIF
Oleh : Ahmad Soffullah
Pasien harus aktif bertanya kepada dokter jika ada sesuatu yang
mengganjal agar tidak pernah ada dusta antara dokter dan pasien.
Berita seputar kasus Prita Mulyasari menjadi tajuk utama di berbagai media massa dalam beberapa waktu terakhir. Ibu dua anak itu terseret dugaan pencemaran nama baik yang dituduhkan sebuah rumah sakit di kawasan Tangerang, Banten.
Keprihatinan pun kemudian muncul dari berbagai pihak. Tidak tanggung-tanggung saking simpatinya sejumlah politikus kawakan juga turut unjuk gigi menjadi pahlawan bagi Prita.
Sebagian besar masyarakat menganggap Prita sosok pasien yang teraniaya. Kasus Prita mengingatkan kita mengenai peliknya hubungan antara dokter, rumah sakit dan pasien yang terjadi selama ini.
Oleh : Ahmad Soffullah
Berita seputar kasus Prita Mulyasari menjadi tajuk utama di berbagai media massa dalam beberapa waktu terakhir. Ibu dua anak itu terseret dugaan pencemaran nama baik yang dituduhkan sebuah rumah sakit di kawasan Tangerang, Banten.
Keprihatinan pun kemudian muncul dari berbagai pihak. Tidak tanggung-tanggung saking simpatinya sejumlah politikus kawakan juga turut unjuk gigi menjadi pahlawan bagi Prita.
Sebagian besar masyarakat menganggap Prita sosok pasien yang teraniaya. Kasus Prita mengingatkan kita mengenai peliknya hubungan antara dokter, rumah sakit dan pasien yang terjadi selama ini.
Menjadi Dokter Itu Mahal dan Lama
Menjadi Dokter Itu Mahal dan Lama
Pendidikan itu mahal. Semua orang di Indonesia pasti setuju dengan pernyataan itu. Terlebih pasca resesi ekonomi, jumlah angka “drop out” sekolah khususnya sekolah tinggi meningkat tajam, akibat keterbatasan uang untuk membiayai sekolah. Pemerintah memang telah memberikan keringan melalui program wajib belajar 9 tahun, namun untuk perguruan tinggi belum ada jalan keluarnya. Beberapa bantuan berupa beasiswa memang telah dirancang oleh berbagai pihak, namun jumlahnya jauh dari cukup.
Pendidikan itu mahal. Semua orang di Indonesia pasti setuju dengan pernyataan itu. Terlebih pasca resesi ekonomi, jumlah angka “drop out” sekolah khususnya sekolah tinggi meningkat tajam, akibat keterbatasan uang untuk membiayai sekolah. Pemerintah memang telah memberikan keringan melalui program wajib belajar 9 tahun, namun untuk perguruan tinggi belum ada jalan keluarnya. Beberapa bantuan berupa beasiswa memang telah dirancang oleh berbagai pihak, namun jumlahnya jauh dari cukup.
Misteri Rasa Sakit
Diposkan oleh
azzahra
di
1:09 AM
Label:
Inspirasi dan Motivasi,
Islam,
Kehidupan,
Kesehatan
0
comment
| Written by Lucky Miftah Saviro |
| Sunday, 11 July 2010 20:43 |
Misteri Rasa Sakit
“Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main.” (QS Ad - Dukhaan [44]: 38). Tak ada satu pun yang Allah ciptakan di muka bumi ini dengan sia-sia dan tanpa perhitungan. Tak ada yang Allah ciptakan di bumi ini dengan tanpa tujuan dan manfaat. Bahkan sebuah rasa sakit pun yang terkadang kita anggap sebagai siksaan, sebetulnya Allah ciptakan dengan suatu maksud yang ternyata bisa mengantarkan kita untuk selalu bertafakur dan bersyukur kepanya-Nya dan bisa menjadi suatu anugrah bagi orang-orang tertentu. Nyeri mempunyai makna dalam kehidupan manusia. Kita lahir dalam kenyerian/kesakitan. Kita menghadapi maut dalam kenyerian/kesakitan. Kita hidup dalam kenyerian/kesakitan baik bersifat psikis maupun somatik-viseral. Nyeri tidak hanya suatu signal yang menandakan adanya suatu proses patologis di dalam sistem tubuh kita. Tetapi dengan nyeri inilah, seorang hamba dapat sadar bahwa dirinya hanyalah makhluk ciptaan Tuhannya yang penuh dengan kelemahan dan ketidakberdayaan. mengandung mayoritas saraf. |
Wednesday, July 14, 2010
Surat Kaleng dari Teman yang Berada di Tahun 2015
Diposkan oleh
azzahra
di
7:33 PM
Label:
Inspirasi dan Motivasi,
Kehidupan,
Sumber Daya Alam
0
comment
Aku hidup di tahun 2050.
Aku berumur 50 tahun, tetapi kelihatan seperti sudah 85 tahun.
Aku mengalami banyak masalah kesehatan, terutama masalah ginjal karena aku minum sangat sedikit air putih.
Aku pikir aku tidak akan hidup lama lagi.
Sekarang, aku adalah orang yang paling tua di lingkunganku.
Aku teringat disaat berumur 5 tahun
Semua sangat berbeda.
Masih banyak pohon di hutan dan tanaman hijau di sekitar, setiap rumah punya halaman dan taman yang indah, dan aku sangat suka bermain air dan mandi sepuasnya.
Berbeda dengan sekarang, kami harus membersihkan diri hanya dengan handuk sekali pakai yang dibasahi dengan minyak mineral.
Sebelumnya, rambut yang indah adalah kebanggaan semua perempuan.
Sekarang, kami harus mencukur habis rambut untuk membersihkan kepala tanpa menggunakan air.
Sebelumnya, ayahku mencuci mobilnya dengan menyemprotkan air langsung dari keran ledeng.
Tetapi sekarang, anak-anak tidak percaya bahwa dulunya air bisa digunakan untuk apa saja.
Aku berumur 50 tahun, tetapi kelihatan seperti sudah 85 tahun.
Aku mengalami banyak masalah kesehatan, terutama masalah ginjal karena aku minum sangat sedikit air putih.
Aku pikir aku tidak akan hidup lama lagi.
Sekarang, aku adalah orang yang paling tua di lingkunganku.
Aku teringat disaat berumur 5 tahun
Semua sangat berbeda.
Masih banyak pohon di hutan dan tanaman hijau di sekitar, setiap rumah punya halaman dan taman yang indah, dan aku sangat suka bermain air dan mandi sepuasnya.
Berbeda dengan sekarang, kami harus membersihkan diri hanya dengan handuk sekali pakai yang dibasahi dengan minyak mineral.
Sebelumnya, rambut yang indah adalah kebanggaan semua perempuan.
Sekarang, kami harus mencukur habis rambut untuk membersihkan kepala tanpa menggunakan air.
Sebelumnya, ayahku mencuci mobilnya dengan menyemprotkan air langsung dari keran ledeng.
Tetapi sekarang, anak-anak tidak percaya bahwa dulunya air bisa digunakan untuk apa saja.
Jurus Menghindari Bad Mood
Hayoo! Siapa yang ga pernah bad mood? Wajar sih kita sering bad mood,
tapi jangan keseringan aja. entar temen-temen kita malah kabur tuh pas
lihat muka kita. :D :D
Terus, gimana nih supaya kita menghilangkan bad mood? Jawabannya
Terus, gimana nih supaya kita menghilangkan bad mood? Jawabannya
Kisah Menyentuh Seorang Ibu Tua
Ini cerita dari Jepang kuno. Mudah-mudahan bisa diambil hikmahnya...
Konon pada jaman dahulu, di Jepang ada semacam kebiasaan untuk membuang orang lanjut usia ke hutan. Mereka yang sudah lemah tak berdaya dibawa ke tengah hutan yang lebat, dan selanjutnya tidak diketahui lagi nasibnya.
Alkisah ada seorang anak yang membawa orang tuanya (seorang wanita tua) ke hutan untuk dibuang. Ibu ini sudah sangat tua, dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Si anak laki-laki ini menggendong ibu ini sampai ke tengah hutan. Selama dalam perjalanan, si ibu mematahkan ranting-ranting kecil. Setelah sampai di tengah hutan, si anak menurunkan ibu ini.
"Bu, kita sudah sampai",kata si anak. Ada perasaan sedih di hati si anak. Entah kenapa dia tega melakukannya.
Si ibu , dengan tatapan penuh kasih berkata:"Nak, Ibu sangat mengasihi dan mencintaimu. Sejak kamu kecil, Ibu memberikan semua kasih sayang dan cinta yang ibu miliki dengan tulus. Dan sampai detik ini pun kasih sayang dan cinta itu tidak berkurang.
Konon pada jaman dahulu, di Jepang ada semacam kebiasaan untuk membuang orang lanjut usia ke hutan. Mereka yang sudah lemah tak berdaya dibawa ke tengah hutan yang lebat, dan selanjutnya tidak diketahui lagi nasibnya.
Alkisah ada seorang anak yang membawa orang tuanya (seorang wanita tua) ke hutan untuk dibuang. Ibu ini sudah sangat tua, dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Si anak laki-laki ini menggendong ibu ini sampai ke tengah hutan. Selama dalam perjalanan, si ibu mematahkan ranting-ranting kecil. Setelah sampai di tengah hutan, si anak menurunkan ibu ini.
"Bu, kita sudah sampai",kata si anak. Ada perasaan sedih di hati si anak. Entah kenapa dia tega melakukannya.
Si ibu , dengan tatapan penuh kasih berkata:"Nak, Ibu sangat mengasihi dan mencintaimu. Sejak kamu kecil, Ibu memberikan semua kasih sayang dan cinta yang ibu miliki dengan tulus. Dan sampai detik ini pun kasih sayang dan cinta itu tidak berkurang.
Adakah Gagal atau Sukses Itu?
Diposkan oleh
azzahra
di
6:29 PM
Label:
Inspirasi dan Motivasi,
Islam,
Kehidupan,
Semangat Hati
0
comment
Adakah gagal atau sukses itu? Sebuah pertanyaan yang memerlukan
pemikiran mendalam. Memang, pertanyaan ini sederhana namun jawabannya
tidak sesederhana itu. Pertama kita perlu mendefinisikan secara tepat,
apa itu gagal. Kita juga perlu melihat makna gagal apakah yang banyak
dipahami oleh orang saat ini adalah hanya sebuah opini atau makna
sesungguhnya. Pada kenyataannya banyak orang yang mengatakan tidak ada
gagal namun anehnya banyak orang yang sangat takut dengan gagal. Jika
tidak ada gagal, mengapa orang masih takut dengan gagal?
Ketika Ikhwan dan Akhwat Jatuh Cinta
Diposkan oleh
azzahra
di
6:27 PM
Label:
Akhwat,
Cinta,
Ikhwan,
Islam,
Kehidupan,
Kisah dan Cerita
0
comment
Renungan buat saya dan kalian
Suatu ketika, dalam majelis koordinasi seorang akhwat berkata pada mas’ul dakwahnya, “Akhi, ana ga bisa lagi berinteraksi dengan akhfulan”. Suara akhwat itu bergetar. Nyata sekali menekan perasaannya. Pekan lalu, ikhwan tersebut membuat pengakuan yang membuat ana merasa risih. Afwan, terus terang juga tersinggung. Sesaat kemudian suara dibalik hijab itu mengatakan, “Ia jatuh cinta pada ana”.
Mas’ul tersebut terkejut, tapi ditekannya getar suaranya. Ia berusaha tetap tenang. “Sabar Ukhti, jangan terlalu diambil hati. Mungkin maksudnya tidak seperti yang Anti bayangkan”, Sang mas’ul mencoba menenangkan terutama untuk dirinya sendiri.
“Afwan, ana tidak menangkap maksud lain dari perkataannya. Ikhwan itu mungkin tidak pernah berpikir dampak perkataannya. Kata-kata itu membuat ana sedikit banyak merasa gagal menjaga hijab ana, gagal menjaga komitmen dan menjadi penyebab fitnah. Padahal, ana hanya berusaha menjadi bagian dari perputaran dakwah ini”, sang akhwat kini mulai tersedak terbata.
Suatu ketika, dalam majelis koordinasi seorang akhwat berkata pada mas’ul dakwahnya, “Akhi, ana ga bisa lagi berinteraksi dengan akhfulan”. Suara akhwat itu bergetar. Nyata sekali menekan perasaannya. Pekan lalu, ikhwan tersebut membuat pengakuan yang membuat ana merasa risih. Afwan, terus terang juga tersinggung. Sesaat kemudian suara dibalik hijab itu mengatakan, “Ia jatuh cinta pada ana”.
Mas’ul tersebut terkejut, tapi ditekannya getar suaranya. Ia berusaha tetap tenang. “Sabar Ukhti, jangan terlalu diambil hati. Mungkin maksudnya tidak seperti yang Anti bayangkan”, Sang mas’ul mencoba menenangkan terutama untuk dirinya sendiri.
“Afwan, ana tidak menangkap maksud lain dari perkataannya. Ikhwan itu mungkin tidak pernah berpikir dampak perkataannya. Kata-kata itu membuat ana sedikit banyak merasa gagal menjaga hijab ana, gagal menjaga komitmen dan menjadi penyebab fitnah. Padahal, ana hanya berusaha menjadi bagian dari perputaran dakwah ini”, sang akhwat kini mulai tersedak terbata.
Kegombalan di Kalangan Aktivis Dakwah
Oleh: Aisyah R Amelia
Share By: http://www.uhibbukumfillah .co.cc/
Hal yang sangat menarik salah satunya adalah menyimak romantika di dunia aktivis dakwah. Di antara sebegitu banyak yang memiliki komitmen perjuangan, ada juga beberapa yang suatu saat kadang tergelincir pada jebakan interaksi ikhwan-akhwat. Karena memiliki amanah yang sama, sesama pengurus harian lembaga, atau berada dalam satu bidang, bisa juga dalam satu kepanitiaan, membuat interaksi kerja menjadi lebih intens.
Intensitas hubungan kerja itu suatu saat dapat menumbuhkan benih-benih simpati atau bahkan cinta di antara ikhwan dan akhwat. Hal ini bisa jadi fenomena yang wajar, karena cinta kepada lawan jenis itu fitrah manusia, katanya. Tapi meski fitrah, tetap aja ada resikonya, terutama pada keikhlasan beramal, sehingga bila ada bibit riya’ dan ujub bisa menghanguskan pahala yang seharusnya didapat. Namun jika ternyata tidak dapat mencegah adanya perasaan seperti itu, ya harus berusaha menjaga keikhlasan, dan tetap simpati (simpan dalam hati). Apabila perasaan itu telah mewujud pada realisasi amal, baik lisan maupun perbuatan, maka tak ayal akan terjadi juga gombalisasi di sini.
Share By: http://www.uhibbukumfillah
Hal yang sangat menarik salah satunya adalah menyimak romantika di dunia aktivis dakwah. Di antara sebegitu banyak yang memiliki komitmen perjuangan, ada juga beberapa yang suatu saat kadang tergelincir pada jebakan interaksi ikhwan-akhwat. Karena memiliki amanah yang sama, sesama pengurus harian lembaga, atau berada dalam satu bidang, bisa juga dalam satu kepanitiaan, membuat interaksi kerja menjadi lebih intens.
Intensitas hubungan kerja itu suatu saat dapat menumbuhkan benih-benih simpati atau bahkan cinta di antara ikhwan dan akhwat. Hal ini bisa jadi fenomena yang wajar, karena cinta kepada lawan jenis itu fitrah manusia, katanya. Tapi meski fitrah, tetap aja ada resikonya, terutama pada keikhlasan beramal, sehingga bila ada bibit riya’ dan ujub bisa menghanguskan pahala yang seharusnya didapat. Namun jika ternyata tidak dapat mencegah adanya perasaan seperti itu, ya harus berusaha menjaga keikhlasan, dan tetap simpati (simpan dalam hati). Apabila perasaan itu telah mewujud pada realisasi amal, baik lisan maupun perbuatan, maka tak ayal akan terjadi juga gombalisasi di sini.
Seorang Gadis Kecil Bernama Bar'ah (TRUE STORY)
Diposkan oleh
azzahra
di
6:22 PM
Label:
Al-Quran,
Inspirasi dan Motivasi,
Islam,
Kehidupan
0
comment
Ini
adalah kisah gadis berumur 10 tahun bernama Bar`ah, yang orangtuanya
dokter dan telah pindah ke Arab Saudi untuk mencari kehidupan yang lebih
baik.
Pada usia ini, Bar `ah menghafal seluruh Al Qur'an dengan tajweed, dia sangat cerdas dan
gurunya mengatakan bahwa dia sudah maju untuk anak seusianya.
Keluarganya kecil dan berkomitmen untuk Islam dan ajaran-ajarannya ... . hingga suatu hari ibunya mulai merasa sakit perut yang parah dan setelah beberapa kali diperiksakan diketahuilah ibu bar’ah menderita kanker, dan kanker ini sudah dalam keadaan stadium akhir/kronis.
Ibu bar’ah berfikir untuk memberitahu putrinya, terutama jika ia terbangun suatu hari dan
tidak menemukan ibunya di sampingnya ... dan inilah ucapan ibu bara’ah kepadanya "Bar`ah aku akan pergi ke surga di depan Anda, tapi aku ingin kamu selalu membaca Al-Quran dan menghafalkannya setiap hari karena Ia akan menjadi pelindungmu kelak... "
Pada usia ini, Bar `ah menghafal seluruh Al Qur'an dengan tajweed, dia sangat cerdas dan
gurunya mengatakan bahwa dia sudah maju untuk anak seusianya.
Keluarganya kecil dan berkomitmen untuk Islam dan ajaran-ajarannya ... . hingga suatu hari ibunya mulai merasa sakit perut yang parah dan setelah beberapa kali diperiksakan diketahuilah ibu bar’ah menderita kanker, dan kanker ini sudah dalam keadaan stadium akhir/kronis.
Ibu bar’ah berfikir untuk memberitahu putrinya, terutama jika ia terbangun suatu hari dan
tidak menemukan ibunya di sampingnya ... dan inilah ucapan ibu bara’ah kepadanya "Bar`ah aku akan pergi ke surga di depan Anda, tapi aku ingin kamu selalu membaca Al-Quran dan menghafalkannya setiap hari karena Ia akan menjadi pelindungmu kelak... "
Dekat dengan الله, Kunci Segalanya
Diposkan oleh
azzahra
di
6:17 PM
Label:
Inspirasi dan Motivasi,
Islam,
Kehidupan,
Semangat Hati
0
comment
"Seseorang boleh saja berkata, "Saya telah menemukan kebahagiaan sejati
setelah bergelimang dengan harta kekayaan yang saya miliki. Saya sudah
puas dengan hasil keringat saya." Atau seorang pejabat bergaji tinggi
bisa saja bertutur bahwa dengan posisinya yang 'basah' ia akan
berkesempatan merasakan kenikmatan hidup. Atau mungkin saja seorang
bintang film bercerita bahwa ia merasakan kedamaian dalam hidup setelah
duit tak pernah berhenti mengalir ke sakunya.
Tetapi tidak mungkinkah di balik pernyataan itu ada terselubung perasaan cemas, khawatir dan gelisah, ibarat awan hitam yang menutupi wajah rembulan?
Tetapi tidak mungkinkah di balik pernyataan itu ada terselubung perasaan cemas, khawatir dan gelisah, ibarat awan hitam yang menutupi wajah rembulan?
Thursday, July 8, 2010
Siap menunggu? :D
Menunggu. Suatu kata kerja yang berkesan pengharapan. Kebanyakan orang menganggap pekerjaan menunggu itu menyenangkan menyebalkan. Kapan oh kapan si burung merak keluar dari sangkarnya dan terbang dengan indah di udara. Mungkin hal itu yang dirasakan. Duduk termenung di halte, bersandar di tembok demi menunggu teman selesai kelas, mengantri menunggu giliran dipanggil, bahkan gundah gulana menunggu pengumuman SNMPTN hasil ujian. Kadang membosankan, kadang menyenangkan. Nah loh, kok menyenangkan? Ya, menurutku kadang menyenangkan loh menunggu tuh. Suka dapet aja inspirasi. Apapun itu. Hahahahaha ketawa maksud
Tiga Kunci Kehidupan
Diposkan oleh
azzahra
di
12:56 AM
Label:
Inspirasi dan Motivasi,
Islam,
Kehidupan,
Semangat Hati
0
comment
Kunci Pertama : IMAN
Jangan pernah kehilangan iman kepercayaan Anda pada Sang Pencipta. Apa yang telah Anda pelajari tentang kebaikan, sekiranya itu menjadi pegangan dalam hidup ini. Dikala situasi sulit menimpa, kembali berpegang pada iman masing-masing agar selalu dikuatkan. Dikala godaan menghampiri, sadarkan diri Anda bahwa jangan sampai dikalahkan oleh godaan yang bersifat kenikmatan sesaat. Gembira atau sedih biarlah iman selalu hidup dalam diri setiap manusia.
Kunci Kedua : HARAPAN
Selama matahari masih bersinar di pagi hari, selama Anda masih bernafas ketika bangun pagi, berarti harapan akan selalu ada dalam hidup ini. Seseorang akan merasakan hidup yang luar biasa, ketika ia selalu membangkitkan harapan positif dalam hidup ini. Meskipun pengalaman pahit pernah menghiasi buku harian Anda, penderitaan yang selalu Anda alami, percayalah selama harapan Anda akan esok hari selalu positif, maka badai yang selama ini hadir pasti akan berlalu. Yang terpenting adalah apakah seseorang masih memiliki harapan ketika dunia semakin keras terhadap dirinya. Hidup dengan harapan yag positif-lah yang akan menggerakkan langkah Anda menuju sesuatu yang baik, lebih termotivasi untuk mewujudkan sesuatu, dan semakin memiliki kepercayaan diri bahwa diri Anda adalah pribadi yang luar biasa.
Jangan pernah kehilangan iman kepercayaan Anda pada Sang Pencipta. Apa yang telah Anda pelajari tentang kebaikan, sekiranya itu menjadi pegangan dalam hidup ini. Dikala situasi sulit menimpa, kembali berpegang pada iman masing-masing agar selalu dikuatkan. Dikala godaan menghampiri, sadarkan diri Anda bahwa jangan sampai dikalahkan oleh godaan yang bersifat kenikmatan sesaat. Gembira atau sedih biarlah iman selalu hidup dalam diri setiap manusia.
Kunci Kedua : HARAPAN
Selama matahari masih bersinar di pagi hari, selama Anda masih bernafas ketika bangun pagi, berarti harapan akan selalu ada dalam hidup ini. Seseorang akan merasakan hidup yang luar biasa, ketika ia selalu membangkitkan harapan positif dalam hidup ini. Meskipun pengalaman pahit pernah menghiasi buku harian Anda, penderitaan yang selalu Anda alami, percayalah selama harapan Anda akan esok hari selalu positif, maka badai yang selama ini hadir pasti akan berlalu. Yang terpenting adalah apakah seseorang masih memiliki harapan ketika dunia semakin keras terhadap dirinya. Hidup dengan harapan yag positif-lah yang akan menggerakkan langkah Anda menuju sesuatu yang baik, lebih termotivasi untuk mewujudkan sesuatu, dan semakin memiliki kepercayaan diri bahwa diri Anda adalah pribadi yang luar biasa.
Kualitas Pribadi yang Disukai
Ketulusan
Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura- pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya di atas Ya dan Tidak di atas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.
Kerendahan Hati
Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendahhatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang di atasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minder.
Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura- pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya di atas Ya dan Tidak di atas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.
Kerendahan Hati
Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendahhatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang di atasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minder.
Subscribe to:
Posts (Atom)




